Posted by Harphyta • 15-02-2019 10:54

Harpaku dan Gumamanmu




Biarkan aku menceritakanmu sedikit kisahku.

Aku Lyra, tinggal di salah satu daerah di Jakarta. Salah satu hobiku adalah bermain instrumen musik kuno dari Mesir berbentuk segitiga dengan nama yang sama dengan nama tengahku yaitu harpa. Hampir setiap sore tanpa absen aku memetik senar-senar harpa tersebut di lantai dua tempat biasa aku dan papaku menghabiskan waktu bersama. Ya... harpa memang sudah menjadi passion dalam diriku, kegemaran ini sudah ditanamkan oleh papaku sejak aku masih sangat muda. Lantunannya sudah sangat ramah dengan telingaku, tiap-tiap senarnya juga sudah jinak dengan petikanku. Sampai pada suatu saat.....

-Sekitar pukul 08.00, sedang memetik harpa seorang diri di lantai dua

(Lantunan harpa mewarnai malam itu)

"Hmmm.. hmm.."

(Diriku sambil bergumam mengikuti lantunan harpa)

Namun tiba-tiba bertiup angin perlahan menghempaskan sedikit tirai jendela dalam ruanganku itu. Mataku begitu cepat menerima respon dari gerakan yang tidak biasa ku jumpai di sana. Aneh, setahuku angin dari pendingin ruangan tidak sekencang hingga dapat menggerakkan tirai seperti yang barusan terjadi. Akupun berhenti memetik senar harpa, lalu beranjak dari tempat dudukku jalan menuju tirai tersebut untuk memeriksa asal angin tersebut. Sayangnya aku tidak dapat menemukan asal angin tersebut, aku tidak boleh berfikir negatif, mungkin hanya kebetulan saja yang barusan itu, biarkan sajalah. Akupun kembali ke harpa di hadapanku untuk memainkannya lagi.

(Lantunan harpa kembali berbunyi)

Beberapa menit setelah aku kembali memainkan harpa itu, aku samar-samar mendengar gumaman entah darimana asalnya. Saat itu aku sama sekali tidak berfikir negatif sampai aku akhirnya selesai untuk berlatih harpa hari itu. Dan ya... Suara gumaman itu terdengar sampai akhir aku memainkan harpa.

-Keesokan harinya di meja makan

"Ma, mama semalam bergumam ya pas aku main harpa?"
Aku bertanya sambil menyantap sarapan buatan mamaku.

"Umm? Bergumam? Kayaknya enggak kok Ra."
Jawab mama dengan wajah sedikit bingung.

"Loh kok semalam aku kayak denger suara perempuan hamm.. hemm.. hamm.. hemm.. ya?"
Tanyaku kembali makin penasaran.

"Cuma perasaan kamu mungkin sayang."
Jawab papa menenangkan diriku.

Aku hanya bisa menaikkan pundak dengan ekspresi yang masih bingung karena aku belum menemukan jawaban atas pertanyaanku.

Hingga sorenya kembali aku memainkan harpa pada jam yang sama. Jujur aku mulai berfikir yang tidak-tidak, namun ya... Aku bukan tipe gadis yang penakut, mungkin lebih ke sifat penasaran. Hasrat penasaranku lebih besar dari rasa takutku. Namun sayangnya, aku tidak dapat mendengar apa-apa lagi malam itu. Dan mungkin benar kata papa, itu hanya perasaanku saja.

Beberapa hari berlalu seperti biasa. Tidak ada yang aneh ketika aku kembali memetik harpaku. Sampai suatu malam... Hal itu terulang kembali.

-Sekitar pukul 08.00, kembali aku sedang memetik harpa seorang diri di lantai dua

(Lantunan harpa lagi-lagi mewarnai malam ini)

(Tidak lama, kembali terdengar gumaman perempuan samar-samar)

Mendengarnya, aku berhenti memetik harpa sejenak untuk memeriksanya. Dan ketika aku berusaha mencari asal suara itu, suara itupun lenyap. Pikirku, itu hanya sebuah suara yang tidak bisa berbuat apa-apa, mengapa itu dapat mengusik diriku bermain harpa.

Dan ketika aku kembali memetik senar-senar harpa, suara itu tidak lama kembali lagi. Memang sedikit lebih menegangkan dari biasanya, namun apa boleh buat, apa harus aku berhenti memetik harpa hanya karena gumaman samar-samar entah darimana? Toh gumaman itu tidak mengerikan, suaranya seperti seorang yang memang menikmati lantunan harpa yang kubuat. Akupun akhirnya melanjutkan permainanku.

Hari demi hari berlalu, gumaman itu beberapa kali kembali terdengar saat aku bermain harpa seorang diri di lantai dua. Akupun tidak terganggu dengan gumaman itu, justru malah senang dengan adanya gumaman itu. Karena dengan adanya itu, aku mengetahui bahwa permainan harpaku bagus dan dapat dinikmati :)

Kesimpulanku

Satu hal yang ku ketahui dari 'mereka'...
'Mereka' tidak selalu bersikap buruk...
Sesekali, juga beberapa dari 'mereka'...
Menginginkan dan dapat menikmati sesuatu hal yang indah sama seperti kita...
Salah satunya musik...
Mungkin bukan hanya aku yang memiliki kisah seperti ini...
Bisa saja...
Kalian juga memiliki kisah seperti ini...
Namun mungkin kalian tidak menyadarinya...
Ketika kalian bernyanyi...
Bermain musik...
Menyetel lagu...
Sendiri...
Di teras rumah...
Kamar mandi...
Kamar tidur...
Atau lantai atas sama sepertiku...
Dimanapun...
Bisa saja...
'Mereka' juga ikut menikmatinya...

Kisahku

L
Y
R
A