Posted by Judas_Coyne • 07-10-2016 01:09 • Karawang, Jawa Barat

Magang




Semester 5 pun sudah di depan mata, yang pasti aku di sibukan dengan PKL atau Magang, membuat tugas serta laporan laporan, membayangkannya saja sudah membuat aku ingin muntah, dan pada akhirnya harus aku jalani juga.

Magang menjadi sebuah hal yang wajib bagi mereka yang mencicipi bangku kuliah. Semuanya harus disiapkan secara baik, baik itu proposal dan surat dari kampus. Bagiku itu hal yang lumayan mudah untuk d kerjakan. Mencari tempat magang pun tidak lah mudah, beberapa kali aku mengalami penolakan, yahh mungkin karena aku tidak berpengalaman, pada akhirnya aku menemukan tempat magang yang mau menerimaku.

Kantor yang bersih, orang orang yang ramah, aku berfikir aku akan menyukai tempat ini. Interview yang berjalan cukup lama dan akhirnya aku benar benar telah d terima d sini. Dikala itu yang magang hanya aku sendiri.

Sudah 3 hari magang, semuanya berjalan dengan lancar, entah mengapa pada hari k empat aku merasa tidak enak perasaan, aku mencoba positif thinking mungkin karena aku terkena flu.

Akhirnya jam pulang tiba, yahh sekitar jam 4 sore tetapi aku di panggil atasan "kamu bisa ngga disini sampe malem? Bantuin saya, mau yaa? Ada uangnya lohh. Kamu kan ngeKost jadi bisa yaa..hehe"
"Ohh bisa pak"
Dengan terpaksa aku menerima tawaran atasan, jika aku menolaknya yang aku takutkan berpengaruh terhadap nilai.
"Nahh.. ini berkasnya kamu input ya ke aplikasi."
"Siap pak"
"Saya tinggal dulu, mau ke lantai atas"
Aku hanya bisa mengangguk.

Aku terus menggerutu di dalam hati, karena tugas yang d berikan sangat banyak, dan dengan kondisi tubuhku yang sedang down, aku cukup kewalahan.

Satu persatu karyawan kantor tersebut mulai pergi, yang ada hanya aku d ruangan tersebut.
"Pak Hendi mana nih Katanya sebentar terus mau k sini lagi"

Waktu menunjukan pukul 9.15 dan aku masih bergelut dengan berkas itu.
"Ckrekkk.." suara pintu berbunyi.
"Akhirnyaaa pak Hendi datang juga, gua mau izin ahh"
Aku berdiri dan Mataku langsung menuju arah pintu.
"Lahhh.. pak Hendi kemana?"
Aku menengok kanan dan kiri dan tidak ada tanda tanda atasanku.
"Ko ngga ada orang ya, jangan jangan gua d jailin lagi sama orang kantor, ahh abaikan"
Aku berfikir mungkin atasanku mulai menjahiliku karena aku satu satunya anak magang. SUDAH KUDUGA

Berkas berkas yang diberikan akhirnya sudah hampir selesai dengan baik, dan juga tidak ada tanda tanda dari atasanku.
"Wrrrrr... wrrr"
"Suara apaan tuh, intip dikit ga dosa kali yee" aku mencoba menghibur diri sendiri, aku mengintip dari balik sekat.
"Astagfirullah Kebangetan tuh yg ngejailin, itu kursi karyawan diseting kayaknya biar jalan jalan sendiri"
dalam keadaan ketakutan aku mencoba menenangkan diriku sendiri.
Jam 11.00 . Akhirnya selesai juga. Aku langsung berdiri dari kursiku dan mengangkat kedua tangan sambil berkata "Akhirnyyaaaaa"
Kegembiraan pun berakhir ketika aku melihat semua kursi karyawan tiba tiba bergerak dan semuanya membuat suara gaduh.
Aku berusaha berlari mendekati pintu keluar, dan ketika aku membuka pintu itu......
"Aaaaaaaa, waaaa tolong jangan makan sayaaa"
aku langsung jongkok dan menutup mukaku.
"De.. Dee.. woii dee kamu kenapa"
Aku memberanikan diri untuk menengok k arahnya. Ternyata pak Satpam. Akhirnya aku dibawa k pos satpam.
"Kamu itu kenapa de? Ngapain d sini sampe malem"
"Saya disuruh pak Hendi, ngentri berkas. Tapi pak Hendinya ngga dateng dateng. Pak kenapa sih itu di ruangan kursinya pada bergerak sendiri. Sumpah saya takut pak"
"Pak Hendi? Bukannya dia udah pulang yaa dari siang, katanya istrinya sakit. Kalo diruang itu sih sering, tenang cuma kursi doang ko yang jalan bukan komputernya..hehe biasanya sih yang magang ga pernah sampe selarut ini."
"Ahh yang bener pak Si bapak bohong kali, pak Hendi nyuruh saya ko sore sore suruh bantuin ngentri berkas"
"Yaudah dee kalo gitu kita liat apa yg kamu kerjain, ayo kita k ruangan lagi"
Dengan tubuh yang berlumur keringat, aku dan pak satpam akhirnya k ruang itu lagi.

Tiba diruangan, aku menunjukan berkasnya.
"Lahh dee ini ko kertas kosong semua, dari tadi kamu ngentri apa? Yaudah sekarang kamu bawa tas dan langsung pulang aja, banyak banyakin istigfar"

Pada akhirnya aku pulang dari kantor dan meminta temanku menjemputku, karena aku tidak berani sendirian akibat kejadian ini. Sekitar 5 hari aku tidak masuk dikarenakan demam, dan pada saat itu aku tidak mau lagi menerima tawaran di kantor sampai malam.
"Ga peduli nilai mau d kasi berapa, gua ga mau dikantor ampe malem"


Selesai.
ini ceritaku mana ceritamu :D