Posted by unguviolet • 22-08-2019 09:30 • Jakarta, Jakarta

Sedang Apa Disana




Salam kenal semuanya..

Ini kali pertama gue menyumbang cerita di kripikpasta, setelah dari kemarin-kemarin menjadi silent reader.
Gue jadi ingin berbagi pengalaman di masa kecil (SD) yang gue alami sendiri saat berada di rumah paman.

Saat itu di rumah paman akan ada acara keluarga di hari Minggu, dan tentu saja gue dan keluarga, serta keluarga besar menginap di rumah paman. Kebetulan jarak dari rumah gue ke rumah paman lumayan dekat, hanya 15 menit perjalanan, jika sedang lancar dan tidak ada macet. Dan gue sekeluarga pun datang lumayan lebih dulu dari keluarga gue yang lain. Kami datang di hari Sabtu, satu hari sebelum acara, sekitar pukul 15:00.

Saat gue sekeluarga datang, di rumah paman belum ada tamu yang datang selain kami. Akhirnya karena masih kosong, kami pun memilih kamar untuk tempat menaruh barang-barang bawaan kami. Kebetulan saat itu yang kami pilih adalah memang kamar tamu, yang biasanya kosong. Bukan kamar yang dipakai sehari-hari oleh paman / bibi / sepupu-sepupu gue.

Sekitar sehabis maghrib, barulah berdatangan keluarga-keluarga gue yang lain. Mereka konvoi beriringan karena rumah mereka memang berdekatan dan jaraknya memang jauh dari rumah paman. Akhirnya kami kumpul-kumpul, sebagian ada yang di ruang tamu, di ruang keluarga, di ruang makan, di dapur terutama ibu dan tante-tante gue yang sedang mempersiapkan makanan untuk esok hari. Gue dan dua orang sepupu serta nenek memilih untuk kumpul di kamar tamu, sembari gue menemani nenek yang ingin rebahan di tempat tidur.

Gue dan sepupu-sepupu menghabiskan waktu dengan bermain ABC Lima Dasar, bermain bola bekel, bernyanyi, hingga cerita kegiatan di sekolah masing-masing. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dan suasana di rumah paman sudah lumayan hening. Hanya terdengar suara TV yang sudah ditinggal tidur oleh penontonnya (baca: paman-paman gue). Kalau tidak salah saat itu sudah lewat tengah malam.

Akhirnya dua sepupu gue pun mulai naik ke tempat tidur ukuran king size, dimana ada nenek yang sudah tertidur dengan pulas. Entah kenapa gue belum mengantuk atau karena jam kantuk nya sudah lewat, lalu gue keluar kamar dan berjalan ke dispenser untuk ambil minum, yang akan gue bawa ke kamar. Ini sudah jadi kebiasaan gue sebelum tidur hingga saat ini, menaruh minum di meja kamar untuk berjaga-jaga kalau gue terasa haus, jadi tidak perlu bolak-balik keluar kamar untuk ambil minum.

Sehabis ambil air di dispenser, gue kembali ke kamar tamu untuk tidur. Saat akan naik ke tempat tidur, gue mendengar seperti orang mendengkur sangat keras, yang mana pada saat itu gue berpikir mungkin itu suara nenek / saudara yang lain yang sudah tidur. Gue berusaha memejamkan mata, karena memang belum mengantuk saat itu. Akhirnya perlahan-lahan gue mulai mengantuk lalu tidur. Tapi belum lama rasanya gue tertidur, setengah sadar, gue bisa melihat bayang-bayang wanita di atap kamar tamu itu. Gue membuka mata dan ternyata wanita itupun masih ada. Seingat gue, wanita itu memakai baju terusan panjang berwarna kuning dan entah bagaimana ia seperti duduk di pojokan atas dengan baju kuning panjangnya yang seperti sedang mengayunkan kaki. Tapi gue gak lihat kakinya, karena tertutup baju terusannya.

Yang sangat membuat bingung gue sampai saat ini adalah, kenapa saat itu gue tidak takut sama sekali dan malah melanjutkan tidur gue sampai paginya dibangunkan oleh ibu. Apa karena masih kecil dan belum ada rasa takut? Malah rasa takutnya baru muncul setelah gue beranjak SMP. Bahkan sampai saat ini setiap kali gue ingat kejadian itu, gue masih merinding. Takut yang telat..

Sekian pengalaman gue.

Terima kasih untuk yang sudah membaca.
rembrantrofi , Silent reader
22-08-2019 19:46
kerenn gann.. lanjtukan