Posted by nacchan • 26-11-2015 21:39 • Purworejo; Pekalongan, Jawa Tengah

Cerita Horor Ibu (Part VII)




Part VI

Saya baru saja cerita-cerita sama ibu lagi, jadi ada asupan barucerita hantu

Kali ini bukan cerita mengenai ibu saya, tapi tetangga saya (dia cerita ke ibu saya). Jadi ceritanya tetangga saya ini (sebut saja Bu S) punya saudara yang baru saja pindah ke daerah Purworejo. Sebagaimana adat orang Jawa, kalau pindahan pasti diadakan selamatan. Nah, Bu S ikut acara selamatan saudaranya di rumah baru.

Rumah baru sang saudara ini dikelilingi kuburan. Di belakang rumah adalah kuburan cina, sementara di depan rumahnya kuburan islam. Waktu itu Bu S sedang mainan tablet, buka-buka foto. Tapi tiba-tiba saja foto yang dilihatnya itu berganti sendiri menjadi foto perempuan tak dikenal. Katanya perempuan itu masih muda, rambutnya panjang, wajahnya pucat pasi dan di salah satu matanya ada lebam.

Bu S langsung panik dan tanya-tanya ke yang lain, ini perempuan siapa. Tapi tidak ada yang tahu. Salah satu saudaranya malah bilang itu foto Miss Kun. Bu S sudah berusaha menghapusnya tapi tidak bisa. Ada yang bilang di-upload saja di internet, tapi Bu S tidak berani takutnya malah diganggu si perempuan dalam foto. Akhirnya sampai sekarang fotonya masih ada di tablet Bu S.

Ada cerita lain lagi mengenai Bu S. Jadi suatu malam, sekitar jam dua dini hari Bu S yang bekerja sebagai guru baru saja selesai ikut kegiatan kemah. Dia pulang diantar pulang oleh rekan kerjanya (laki-laki) naik mobil bersama satu rekan kerjanya yang lain (perempuan).

Ketika lewat salah satu jembatan, Bu S melihat tiga orang perempuan berjalan beriringan. Wajah mereka putih sekali, seperti dibedaki dengan berlebihan (orang tempat saya bilangnya tolok-tolok). Kemudian mereka juga memakai lipstik berwarna merah terang.

Mobil melaju dengan perlahan, dan ketika berpapasan dengan tiga orang itu Bu S berkata, "sopo kui jam loro bengi kok dandanane tolok-tolok" (siapa itu jam dua malam kok dandannya berlebihan). Tapi dua orang rekan kerjanya malah bertanya siapa yang dimaksud, karena tidak ada siapa-siapa di sekitar mereka.
Bu S menunjuk pada tiga orang perempuan itu, tapi nyatanya rekan-rekannya tidak ada yang melihat. Tentu saja Bu S jadi takut.

Jembatan itu memang dipercaya angker, dulu keangkerannya sering jadi bahan cerita di antara teman-teman saat saya masih kecil. Hanya saja sekarang saya tidak terlalu percaya lagi, saya kita itu cuma mitos. Eh, malah diceritain ibu yang beginian -_-


Part VIII
bima , Silent reader
14-05-2019 03:48
uuuh purworejo lagi, banyak orang purworejo disini ya