Posted by wyprabowo • 20-04-2019 13:04 • Bogor, Jawa Barat

MOS di SMA-ku (daerah Bogor Kota)




Ini bagian kedua dari cerita MOS yang sebelumnya.

Setelah siswa baru pergi tidur di ruang kelas yang kami sediakan, tersisalah para panitia yang bergantian untuk tidur berjaga malam dan bergilir selama 3 jam. Waktu itu kejadian pukul 02.00 WIB, saya mendapatkan shift kedua bersama ke-7 rekan. Awal mulanya seperti biasanya kami begadang, bercerita nanti mau kuliah dimana bermain game "Uno" dan sebagainya.

Sontak selang perbincangan kita di lapangan terhenti karena salah satu panitia kita (sebut saja) Winda berteriak kepada kami.

Winda: "Eh gila anjir itu di atas (red: lantai 2) di kelas IPA 3 asli gua ngeliat tangan doang ngelambai di jendela."
Reldy: "Ah apaan sih lu win ah ngaco deh. Di atas loh udah kita kunci semua."
Winda: "Sumpah gua ga bohong, jelas banget itu tangannya."
Saya: "Udah ayo cek, dari tadi loh gaada apa-apa."

Akhirnya kami ber-5 (termasuk saya) bergegas ke lantai 2 ke ruang kelas IPA 3.

Kami buka pintu pagar tangga, kemudian kami berjalan beriringan menuju kelas IPA 3 dan kami membuka pintu kelas bersama-sama.

Winda: "Sumpah tadi melayang disini (jendela) tangannya."
Rifki: "Ngga ada apa-apa Winda ih."
Reldy: "Coba cek bawah kolong meja (mukul pundak saya)."
Saya: "Elu aja rel."
Reldy: "Bareng lah ah lu."

Kami melihat dari kolong apakah ada "Something" yang sedang berdiri disana.

Kecewa(:V) kami tidak melihat apa-apa. Kami tutup pintu kelas.

Winda: "Ih ini loh anjir apaan sih kok ada jejak kain."
Ray: "Lu makanya astaga gausah diomongin, muncul dia nanti."

Namun lagi-lagi, Winda yang melihat jejak seperti kain yang kepanjangan dan seperti diseret menuju kelas IPA 4.

Saya: "Ah ga bener deh ini, udahlah panggil guru aja."
Reldy: "Ah ini cuma jejak kok, cuma apaan yah. Ayo lihat lah penakut lu."

Akhirnya Kami pun memberanikan diri untuk mengikuti jejaknya, yaitu lanjut ke ruangan sebelah yaitu kelas IPA 4.

Belum kami sampai di pintu kelas, kami sudah di sambut dengan harumnya bunga melati. Sempat ada keraguan dari kami yang di atas untuk mengecek, namun akhirnya kami memberanikan diri.

Kami buka pintu kelas....

*krrreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeoott* (emang bunyinya agak nge-greyot gitu)

kami lihat tidak ada apa-apa.

kami saling berhadap-hadapan untuk memilih siapa yang duluan melihat ke kolong kursi seperti tadi.

Tanpa pikir panjang kami semua jongkok bersama-sama dan langsung mengecek kolong kursi dan alhasil......






\"kripikpasta\"





PERSIS SEPERTI ITU...
kami semua lari dan membaca-baca sambil berteriak.
dan memberi tahu ruang kepada guru-guru di ruang kantor.

akhirnya semua lampu di hidupkan agar tidak ada keanehan yang terjadi lagi

*****


[Kalau lagi reunian OSIS SMA kami, cerita ini pasti sangat membekas bagi kami wkwkwk]