Posted by Sershan • 26-07-2016 20:39 • Temanggung, Jawa Tengah

Pengalaman Pertama




Hai, izinkan saya share pengalaman tentang dunia mahluk halus, tapi yang akan saya share disini bukan cerita saya pribadi melainkan kisah kakak sepupu saya yang sudah terbiasa ketemu mahluk2 tak kasat mata, dan ini adalah pengalaman pertama kalinya dia bertatap muka. Supaya lebih mudah, objek orang pertama (kakak sepupu ku) akan saya ganti dengan 'aku', and here we go.

Sabtu malam, tepatnya jam berapa atau tanggal berapa aku tak tah, yang jelas ini terjadi pada tahun 98', ketika aku masih muda, nama ku Kuncoro dan aku tinggal di desa terpencil di Jawa Tengah, Kab. Temanggung, Candiroto. Malam itu tetangga desa kami mengadakan acara orkes dangdutan. Selayaknya pemuda-pemuda yang lain, aku pun tak mau kalah, yah acara yang begini bisa jadi ajang ntuk cari kenalan cewe bagi kami-kami disini. Dan singkatnya, sektar pukul 19.00 malam aq dijemput teman yang juga sebenarnya maih saudaraku, sebut saja Toto. Cuaca malam itu sebenarnya menunjukan hal yang kurang bersahabat, tapi yang namanya anak muda, walau hujan badaipun akan kami terjang demi nonton dangdutan.

Jarak desa kami dengan desa sebelah hanya sekitar 3 km, dan pada masa itu jalanan masih benar2 sepi, melewati persawahan dan kebun-kebun kosong, tak seperti saat ini yang sudah termasuk ramai. perjalanan menuju tempat tujuan berlalu tanpa kendala, dan singkat cerita kami sudah berada dilokasi.

--SKIP--

Sekitar pukul 00.15 acara sudah selesai dan kami langsung berniat pulang dikarena sedikit demi sedikit gerimis mulai turun, dan dalam perjalanan pulang ini perasaan ku sungguh tak enak. Dikarenakan gerimis yang semakin melebat dan kondisi jalan yang curam dan minim penerangan, Toto tak bisa memacu kendaraanya, hanya pelan dan pelan. Aku masih ingat ketika kami melewati buk (sesuatu yang dibuat dari semen, biasanya untuk penanda batas desa atau untuk menandakan ada sungai kecil dibawahnya) yang menandakan kan sudah keluar desa dan menuju desa kami. Jalanan lurus, kiri kanan hanya sawah yang pada saat itu ditanami tembakau, dan sekitar 200 meter didepan ada kuburan kecil disisi jalan.

Perasaan ku mulai tak enak, dari jauh dengan jelas aku melihat ada orang yang lagi berdiri pas didepan area kuburan, disisi jalan."To, kae sopo yo jam yah mene kok ijeh nang njobo? (To, itu siapa ya jam segini kok masih diluar), aku bertanya ke Toto untuk memastikan. "Ndi, ra ono wong kok, alah mungkin yo wong golek welut" (mana ga ada orang kok, udahlah mungkin juga orang caribelut). Mendengar jawaban Toto membuat ku semakin berfikiran negatif, tapi segera aku tepis dan mungkin juga memang orang mencari belut di sawah untuk dijual (hal ini sudah umrah di desa kami).

Semakin lama, semakin mendekat dan hujan justru semakin lebat, hanya tinggal beberapa meter lagi melewati kuburan itu dan aku semakin jelas melihat sosok itu, yah sosok bapak-bapak jika dilihat dari postur dan pakaiannya yang serba hitam, ternyata itu bukan kuntilanak atau genderuwo seperti yang aku pikirkan. Dan aku bisa menghirup nafas lega sebelum -- DEGG belum juga aku sempat hembuskan nafas ku tadi, jantung ku serasa mau copot melihat apa yang ada dihadapanku saat ini. Sosok bapak-bapak tadi, jelas sangat jelas aku lihat, menggunakan pakaian serba hitam dengan kaos dalam merah strip putih khas Madura plus ikat kepalanya, namun yang membuat aku ingin pingsan, sosok itu dimukanya tak ada mata ataupun hidung, datar, hanya menyisakan mulut lebar dengan lidah yang menjulur keluar. "Khehkkk...khehhkkk..khhekkkk..khheeehhkkkk" ... Suara itu yang terus keluar dan aku tak akan pernah lupa, sosok itu masih dalam posisi berdiri menatapku ia bergerak terus mengikuti disisi motor sambil memamerkan gigi serta lidah nya yang menjulur serta tawa nya. Aku diam, tak bisa bergerak walau hanya untuk memalingkan muka ku ataupun memejamkan mata ku, apalagi untuk teriak, yang bisa aku lakukan hanya memeluk Toto dengan erat berharap dia ngerti akan ketakutan ku. "koe ngopo to kok meluk kenceng banget, wes kademen yo hahaha.. sabar sedilit maneh tekan kok" (kamu ngapa kok meluk kencang banget, udah kedinginan ya hahaha..sabar sebentar lagi sampai). Hanya itu yang keluar dari mulut Toto sambil ketawa sementara aku harus terus bertatap muka langsung dengan sosok itu sekitar 50an meter sebelum akhirnya ia hilang ketika kami sudah masuk kepemukiman.

Keesokan harinya, aku baru menceritakan semuanya ke Toto dan seperti yang kalian semua duga, ia sama sekali tak melihat apappun tadi malam. Dan itu jadi awal perjumpaan ku dengan berbagai bentuk mahluk halus lainnya.
--SEKIAN--
yomadeet , Kripik Writer
27-07-2016 04:14
wah serem banget ceritanya.. kadang emang gitu sih, kita liat sesuatu tapi belom tentu orang yang bersama kita juga ngeliiat.. hihihihi
profile picture
carnia , Silent reader
28-07-2016 03:12
"harus bertatap muka selama 50meter-an lebih "

dats feel
horor sangat sampe merinding , berasa banget deh seremnya
profile picture
SkyaLzz , Kripiker
28-07-2016 14:40
Njiirrr ...
Gw kebaca judul nya "malam pertama" bukan "pengalaman pertama" ...
Somplak dah gw nya ...
:v
profile picture
Sershan , Silent reader
29-07-2016 13:48
wrote



emang gitu sih, mending kalau lihat nya barengan lha ini sendirian :v
profile picture
Sershan , Silent reader
29-07-2016 13:50
"harus bertatap muka selama 50meter-an lebih "

dats feel
horor sangat sampe merinding , berasa banget deh seremnya

wkwkwkkw ane aja kalau inget cerita pas poin tatap muka itu merinding sendiri kok, apa lagi pke ketawa tuh mahluk
profile picture
Sershan , Silent reader
29-07-2016 13:51
wkkwkwkwkw lagi mikirin malam pertama yak gan?