Posted by robbienov • 27-06-2016 04:55 • Kereta Api senja utama, Jawa Tengah

minta api bang




Kereta api...
Mesin besar pencabut nyawa.. Entah sudah berapa banyak nyawa melayang dihajar moncong kereta api...
Cerita ini nyata.

Saat itu aku berangkat menuju jakarta.. Semarang tempat ku kuliah. Kebetulan libur semester ini aku ada kegiatan dijakarta. Sehingga aku putuskan pulang dengan kereta malam.

Pukul 6 menjelang magrib aku berangkat dari stasiun tawang menuju gambir. Penumpang tidak begitu ramai.. Tumben sekali.. Aku dapat duduk di barisan paling depan. Gerbong paling depan pula.. Dan hanya sendiri. Krn bangku sebelahku ternyata kosong.. Kebetulan kataku.. Bisa tidur dikursi panjang sendirian.

Sepanjang jalan suasana cukup tenang. Hanya suara kereta dan klaksonnya yg terdengar keras.. Para penumpang hampir semuanya tidur.. Ini lah enaknya kereta malam.. Tidak panas dan bisa tidur nyenyak.. Biasanya aku pun tertidur hingga sampai kejakata.. Tapi entah kenapa malam itu aku gelisah.. Tidak bisa tidur.

Duduk didepan sendiri ternyata cukup sepi.. Karena gerbong paling depan aku tidak melihat siapapun berlalu lalang.

Pukul 11 malam kereta hampir sampai di cirebon.. Saat aku menatap jendela dan menunggu kereta tiba ke stasiun cirebon tiba tiba... Braaaaaak.... Suara keras terdengar dari depan... Aku bertanya apa yv ditabrak kereta ini barusan...

Beberapa orang bangun.. Kaget mungkin.. Tak berapa lama asisten masinis masuk kedalam gerbong dan dengan santai bicara tadi nabrak motor dieprlintasan kereta tak berpalang..
Owwh melihat ekspresinya mungkin dia sudah biasa...

Tibalah di stasiun cirebon. Karena kejadian tadi kereta berhenti cukup lama.. Dan tiba tiba lampu digerbong ini mati.. Semua jadi gelap..

Saat kereta kembali berangkat aku lihat kebelakang.. Dalam gelap aku lihat penumpang masih sebagian besar tidur...

Aku pun membakar rokok.. Menahan kantuk dan tiab tiba tercium bau amis... Tapi aku acuh... Karena ku pikir bau itu dari kamar kecil tepat didepan gerbongku...

Daribarah belakang tiba tiba ada orang berjalan perlahan menuju kedepan gerbong.. Aku lihat jelas dia berjalan dari belakang... Melewati beberapa pebumpang yg masih bangun.
Sampai dibarisan kursi aku.. Dia berhenti dan melihatku.. Bau amis makin tercium tajam. Karena suasana gelap aku tak bisa melihat dengan jelas mukanya.. Tapi dia bicara dengan jelas.. Minta rokoknya boleh bang?? Aku berikan dia rokok dan dia meminta api.. Minta apinya juga bang.. Segera ku beri korek api gas ku.. Dan saat dia menyalakan api... Mukanya terlihat.. Diterangi api korek aku lihat mukabya hancur... Matanya yang satu bolong... Darah menutupi mukanya... Menetes.. Aku tercekat tak bicara... Hanya menatapnya penuh ketakutan.. Lalu setelah rokoknya menyala dia kembalikan korek ku dan bicara
"Terima kasih bang.. Saya mau kedepan dulu. Mau tanya ke masinis kenapa tadi nabrak saya.. Sampai saya mati... Saya kedepan dulu bang..."

Aku hanya menatapnya berjalan kedepan.. Dan entah bagaimana dia hilang dikegelapan gerbong..

Aku menggigil ketakutan.. Mengingat wajah si orang itu.. Ternyata dia korban tabrakan kereta tadi...

Tapi kalau sudah mati.. Kenapa dia bisa merokok???

That's real story.. 2002
yomadeet , Kripik Writer
28-06-2016 09:04
Kyaaah serem banget... Begitu ketabrak, dia langsung naek ke kereta itu..
profile picture
ivan , Locked account
28-06-2016 09:06
yomadeet wrote

Kyaaah serem banget... Begitu ketabrak, dia langsung naek ke kereta itu..


Sambil nyanyi "naik kereta api tut tut tut,siiapa hendak turun".....
: V
profile picture
robbienov , Kripiker
29-06-2016 01:48
yomadeet wrote

Kyaaah serem banget... Begitu ketabrak, dia langsung naek ke kereta itu..



Ga pake beli tiket