Posted by Quan.Mrly • 22-10-2015 20:57 • Makassar, Sulawesi Selatan

Time...




sssttt....
ku berjalan menyusuri sebuah gang sempit yang terdapat di salah satu bagian di kota tempat tinggalku. Tempat ini merupakan tepat kerjaku, kerjaanku adalah memotong motong daging dan biasanya sebagian dari daging itu akan ku konsumsi.

Pagi telah tiba, aku keluar rumah untuk sekedar berjalan jalan. Saat sampai didepan sebuah taman, aku bertemu dengan sahabatku Andria. Ngomong ngomong dia sahabat baruku karena aku baru bertemu dengannya 3 bulan yang lalu, dia adalah seorang wanita yang sempurna. wajahnya yang cantik serta kulitnya yang putih bersih membuat semua pria ingin terus berada di dekatnya.
"pagi Andria," sahutku
"pagi juga xavier," katanya dengan ceria
"waktumu tinggal sedikit,GUNAKAN WAKTUMU"kataku dengan sedikit brbisik
"maksudmu?"sahutnya
"tidak apa apa, sebentar malam bersiaplah kau dirumahmu, pakailah pakaian terbaik yang kamu miliki, karena aku akan mengajak mu ke suatu tempat.GUNAKAN WAKTUMU" kataku dengan sedikit menyeringai
"memangnya kita mau kemana?" pintanya dengan nada curiga
"ikut saja" kataku

malam hari pun tiba. Aku menjemput Andria di rumahnya,
saat Andria telah masuk ke mobil. Aku berbisik di telinga nya "Sekarang waktumu telah tiba."
Andria pun aku bawa ke gang sempit tempat kerja ku, aku yang hanya seorang pemotong daging. -_-''
"turunlah" kataku
"tempat apa ini? apa maksudmu membawaku ke tempat yang seperti ini?''
''aku ingin mngatakan sesuatu kepadamu"
"apa itu?''
"sebenarnya aku ini adalah seorang Psikopat. yang mana maksud dari pekerjaanku yang seorang tukang pemotong daging, ialah yang kupotong dan ku konsumsi sebenarnya adalah daging MANUSIA."
seketika Andria bercucuran keringat dingin. Badanya gemetaran, dan ia berkata akan menelfon polisi.
"akan kulaporkan kau ke polisi, Xavier bodoh"
"tidak mungkin, kau tidak menggunakan waktumu dari tadi, dari tadi aku telah meberimu banyak sisa waktu. Bahkan beberapa kali aku sudah bilang kepadamu bahwa GUNAKAN WAKTUMU seharusnya dari tadi kau sudah curriga."
"dasar ka..."
kata katanya terhenti saat kutancapkan sebilah belati ke tenggorokannya, dan menarik belati itu turun hingga tubuhnya tebelah menjadi dua. Isi perutnya, usus ususnya aku sangat ingin menikmati cita rasa semua itu. Darah segar..... aku sangat mencintai rasanya. Baru kali ini ada darah manusia tak berdosa yang sangat segar. Hingga dagingnya yang kumakan mentah mentah, rasanya sangat nikmat. Terakhir bagian paling berharga dari semuanya, jantung Andria yang masih berdetak aku tarik menggunakan tangan hingga urat uratnya putus. Jantung itu pun aku lahap sampai habis tak tersisa. Semua bagian tubuhnya terasa nikmat. Aku mau lagi...
aku masih ingin....
darah...
penderitaan...
aku harus mencari korban selanjutnya....
KARENA MEMBUNUH ITU PUNYA RASA TERSENDIRI.

-RezkiSuciAmaliaputri