Posted by handika • 28-12-2016 13:09 • Pasuruan, Jawa Timur

Kabut Malam 3#




lanjutan yang kabut malam 2#...

"apa maksudmu ada yang mengganggu ?" kata panitia yang bernama Huda. Temanku yang lain memandangiku saat aku berkata demikian. " Karena tidak mungkin pintu itu terbuka sendiri serta tidak ada tanda dibuka paksa." kataku. "mungkin kau lupa menguncinya" kata panitia satunya yang bernama afri. "sepertinya bener yang diomongin dia, soalnya kami berempat tahu saat dikunci dan dia sendiri yang membawa kuncinya" kata temanku membelaku.

akhirnya kami berlima mulai kembali tenang dan membiarkan peristiwa tadi dan menganggap hanya ilusi karena mengantuk. setelah ditinggal oleh panitia, kami sepakat melupakan masalah itu dan mulai mempersiapkan diri untuk istirahat untuk kegiatan esok sekaligus hari terakhir.

jam 1 pun aku belum tertidur. hanya 2 orang temanku yang sudah tertidur, sedangkan yang 2 masih asik chat. jam 2 mata masih belum ingin terpejam, sedangkan semua temanku sudah terbawa ke alam mimpi. tak terasa ada bayangan hitam yang lewat melalui jendela yang ditutupi korden putih tipis. semula aku beranggapan hanya ilusi soalnya mataku juga mulai ngantuk. tetapi bayangan tersebut lewat untuk yang ke 2 kalinya.

aku memberanikan diri untuk mengintip melalui celah kecil dipojok jendela tersebut. saat aku melihat ke luar, aku hanya melihat kabut yang tebal tanpa terlihat satupun orang. lampu gapura terlihat bias karena tertutup kabut. akupun mulai mengambil sarung dan menutupi tubuh dan memaksa mata agar tidur.

akupun terbangung karena ada dorongan hasrat ke kamar kecil. kebetulan atau sialnya kamar kecilnya ada diluar. ternyata aku yang baru tertidur 5 menit saja. akupun memberanikan keluar kamar seorang diri. hawa dingin kabut malam itu menusuk sampe tulang. bedanya hawanya bukan hawa dingin saja yang kurasakan. melainkan juga hawa merinding . kukuatkan langkah menuju ke kamar kecil. sialnya aku melihat bayangan hitam tertutup kabut dibawah lampu kecil sebagai penerang jalan menuju ke kamar kecil. disaat itu aku dilema antara mau meneruskan atau kembali. akupun berjalan pelan mendekati bayangan karena sudah gak kuat menahan kencing. anehnya semakin didekati, bayangan tersebut makin mengecil. saat sudah didepan pintu kamar kecil, bayangan tersebut ternyata menghilang.

setelah menunaikan tugas alam, akupun kembali menuju kekamar, tetapi kabut lebih pekat daripada saat berangkat tadi. kuberanikan melewati kabut tersebut menggunakan senter hp sebagai bantuan penerangan. akupun menyenter lantai untuk melihat jalan. tapi langkahku terhenti saat cahaya senterku mengenai kain putih lusuh yang agar melayang. kuberanikan untuk melihat keatas. dan....

semuanya gelap setelah aku melihat sesosok kuntilanak dengan wajah hitam dan dipenuhi luka merah yang mengenaskan. aku terbangun didalam ruangan dan dikelilingi oleh orang-orang. salah satu penjaga daerah tersebut membangunkan aku dan memberikan aku minum. orang itupun menceritakan kalau setiap orang yang memiliki acara di daerah tersebut. pasti ada salah satu orang yang akan menjadi incaran penghuni didaerah tersebut. dan sialnya incaran tersebut jatuh ke aku.