Posted by myname48 • 29-09-2015 13:04 • Barabai, Kalimantan Selatan

Jawaban yang membuat temanku ketakutan




selamat siang, tolong dibaca ya, arigatou ^ ^

Hari ini hari senin, seperti biasa hari yang sangat tidak kusukai karena hari senin adalah habisnya hari libur di hari minggu, dimana hari untuk bermalas-malasanku telah selesai, dan hari senin sudah pasti adalah hari memulai aktivitas, tapi kita lupakan saja soal hari seninnya, dan kita lanjutkan ke inti cerita.

Di mulai pada hari minggu, saat itu aku ingin bermalas-malasan dikamar ku, tiba-tiba saja ada sms masuk, pesan tersebut dari teman ku Rian, dan isinya adalah dia mengajakku untuk jalan-jalan mendaki gunung bersama 2 teman lainnya, entah kenapa saat itu juga aku mau menyetujuinya, dan beberapa saat setelah itu kami pun berangkat menuju gunung terdekat. sudah sampai disebuah gunung, kami pun melakukan pendakian, tak kusangka diatas gunung ada banyak pohon-pohon yang tinggi juga, aku bahkan beberapa kali mengira kalau ini lebih mirip seperti hutan dari pada gunung, ditengah perjalanan mendaki, tiba-tiba kami terhenti karena di depan jalan yang akan kami lalui terdapat pohon besar yang tumbang, karena tidak bisa melewatinya kami pun mengambil jalan memutar, setelah beberapa jam kami melakukan pendakian aku merasakan ada hal aneh, entah kenapa aku merasa kami seperti sudah berkali-kali melewati pohon besar yang sudah tumbang itu, "apakah kita tersesat?" tanya kawanku Rian, aku pun menjawab "ya, mungkin saja," 2 teman lainnya pun juga yakin kami tersesat, karena merasa lelah kami pun beristirahat tepat di depan pohon yang tumbang tersebut, saat istirahat aku memperhatikan pohon-pohon yang ada di sekitar, Aku merasakan hal aneh, tiba-tiba saja angin mulai berhembus agak kencang, ku lihat awan tiba-tiba menjadi mendung, karena perasaan tidak nyaman ini, aku pun memutuskan untuk membatalkan pendakian dan mengajak teman-teman yang lain untuk pulang, mereka pun setuju, mereka berpikir kalau diteruskan nanti bisa-bisa kita semakin tersesat, kami pun segera pergi mencari jalan keluar, sebelum pergi, temanku Rian menemukan sebuah boneka aneh berbentuk manusia di dekat pohon besar yang tumbang itu, boneka itu terbuat dari kumpulan jerami, boneka tersebut memiliki wajah yang seram dengan gigi taring yang panjang, ku bilang kembalikan boneka itu ketempatnya semula, tetapi dia tidak mau dan malah membawanya pergi bersama kami, apa boleh buat, aku tidak bisa memaksanya, kami pergi menuju kebawah dan keluar dari gunung tersebut dengan selamat, kami pun pulang kerumah masing-masing, saat sampai dirumah aku merasa kecewa karena tidak sempat berphoto diatas gunung "haahhh pendakian yang gagal." ucapku. Aku kembali melanjutkan malas-malasan ku, menikmati sisa hari mingguku, sampai akhirnya hari senin pun tiba, aakkkhh aku benar-benar malas masuk sekolah hari ini, tetapi ibu ku memaksaku untuk cepat-cepat pergi ke sekolah, apa boleh buat, aku pun pergi ke sekolah.

Disekolah, tepatnya jam istirahat, aku benar-benar jengkel, kenapa? Karena temanku Rian mengajukan pertanyan-pertanyaan aneh, sambil memperlihatkan boneka yang didapatnya semalam, dia bertanya
"Tadi malam kau bilang mau memberitahuku rahasia boneka ini kan?"
"kau bilang boneka ini mempunyai kekuatan misterius kan?"
"kau bilang boneka ini milik anak kecil bernama kiku, kan?"
"terus kau bilang boneka ini bisa berjalan sendiri dimalam hari kan?"
"kau memintaku untuk membawanya ke sekolah, nah ini sudah kubawa"
"jadi kapan mau memberitahunya?"

"apa-apan itu? Pertanyaan aneh macam apa itu? Siapa itu kiku? Kapan aku menyuruhnya membawa boneka ini ke sekolah?" tanya ku dalam hati,

dia kembali bertanya "ayoolah kapan?"

karena merasa pusing dengan pertanyaan yang diualngnya beberapa kali, akupun menjawab
"hey, kapan aku pernah menyuruhmu membawa boneka jelek ini ke sekolah? Dan kata siapa aku tahu rahasia boneka ini, lalu siapa itu kiku? Adik mu? Kau punya adik? Apa benar boneka begini bisa jalan? Lalu apa aku pernah bilang kalau boneka ini punya kekuatan misterius? Kapan aku bilang semua itu?"

dengan nada kencang dia pun kembali menjawab
"apa-apan kau ini? Tadi malam kau kerumah ku kan? tadi malam aku menemanimu makan-makan sebentar, kau yang menceritakan semua itu, dan setelah hampir satu jam menemanimu, kau pulang kerumah, dan sebelum pulang kau menyuruhku untuk besok membawa boneka ini kesekolah, kau tidak ingat??"

mendengar jawaban temanku itu, aku tersentak diam, dan memberitahukan padanya
"hey, tadi malam aku tidak pernah 1 menitpun keluar rumah, tadi malam aku cuma istirahat dirumah karena lelah, jadi kapan aku menemuimu? kalau kau tidak percaya tanyakan saja pada ibuku, "

dia menjadi bingung dan bertanya lagi padakau
"apa benar yang kau katakan itu? apa kau serius? Kau tidak sedang bercanda kan?"

lalu ku jawab
"ya, mana mungkin aku membohongimu, coba saja tanyakan pada ibuku"

seketika raut wajahnya menjadi kaget, sambil memandang kearah boneka yang dibawanya, raut wajah nya menjadi semakin pucat, dan kulihat beberapa anggota tubuhnya menjadi gemetar

-Selesai-