Posted by Kurazurhea • 30-04-2016 13:37 • Mojokerto, Jawa Timur

Adik Sepupuku




Pengalaman ini dialami oleh kakakku sekitar tanggal 30 Maret 2016.

Sekitar pukul 7 malam, adik sepupuku datang ke rumah. Orang tuanya (paman dan bibiku) berkata bahwa mereka menitipkan Sarah (nama adik sepupuku) kepada kami berdua.

Saat itu aku yang sedang mengerjakan tugas di ruang tamu, tiba-tiba mendapat e-mail dari temanku, yang mengajakku makan bersama di salah satu rumah makan. Tanpa minta ijin dahulu dari kakak, aku langsung memakai jaket kemudian meninggalkan kakak yang saat itu sedang bermain bersama Sarah.

Aku hanya tersenyum tertahan saat mengeluarkan sepeda motorku, aku tidak menyangka kalau kakak tidak menyadari aku pergi dari rumah secara diam-diam.

Nah, sekitar pukul setengah Sembilan malam, aku pulang ke rumah. Saat aku akan memasuki halaman rumah, aku melihat kakak ada di teras sambil menggendong Sarah.

Tentu saja aku merasa takut saat itu, kakak pasti memarahiku habis-habisan. Tapi akhirnya, aku hanya bisa memberanikan diriku.

Aku memasuki halaman rumah, kemudian memasukkan sepeda motorku ke dalam garasi. Saat kulirik kakak, kakak hanya memandangiku dengan raut ‘heran’.

“Kau dari mana?” tanyanya.

“Dari makan bareng temen,” aku hanya bisa menunduk.

“Kapan kau pergi?”

“Jam tujuh,” aku mencoba sejujur mungkin.

“Aneh,” gumamnya.

Aku mendongakkan kepalaku untuk bisa melihat wajahnya.

“Gini, aku tadi liat kau di dapur, nah trus aku bilang untuk jagain Sarah,” Jelas kakak sambil mendudukkan dirinya di kursi yang berada di teras. Dan sepertinya Sarah sudah tidur di gendongannya.

“Lalu?”

“Yah, begitulah, aku tinggal Sarah di dapur untuk bermain bersamamu, sedangkan aku di ruang tamu,” kakak menghela nafas panjang kemudian melanjutkan, “Dari ruang tamu, aku bisa denger Sarah tertawa terbahak-bahak, Sarah juga lari-larian, kemudian dia jatuh dan nangis,”

“Yang penting ‘orang’ yang buat Sarah tertawa dan jatoh bukan aku kan?” kataku santai.

“Saat dia nangis, Sarah bilang kalo ‘wajahnya mbak jadi serem’ , nah anehnya, jika kau pergi, lalu siapa yang main ama Sarah? Anak kecil kan tidak akan tertawa ama lari-larian sendiri,”

“Sudahlah kak, yang penting orang itu bukan aku, mungkin aja itu hantu, aku kan juga pernah liat kakak di dapur, sedangkan kakak sendiri sedang tidur di ruang tengah kan?” ucapku sambil melenggang masuk ke dalam rumah.

Aku benar-benar tidak perduli dengan hantu atau semacamnya.



_____________________________________________________________________________________________

true story