Posted by martsarada • 13-08-2019 14:02 • muara bungo, Jambi

mulai terbuka




berkisah tentang seorang laki-laki yang sedang dilanda masalah besar dalam hidupnya, ia yatim piatu sejak umurnya 16 tahun, orang tua nya meninggal karna sebuah kecelakaan, saat masih bersama keluarganya ia sangat bahagia, keluarganya tidak begitu kaya namun dulu mereka sangat bahagia, tapi setelah orang tuanya meninggal ia hanya diwariskan rumah dan 1 buah kendaraan bermotor.

laki-laki tersebut bernama Sufqi Almunahir, ia hidup seoarang mulai saat itu. Sufqi menjalani hidupnya dan mendanai sekolahnya hanya dengan bekerja di sebuah rumah makan di kotanya, untung saja Sufqi memiliki seorang teman perempuan yg sudah sejak kecil mengenal Sufqi, nama temanya adalah Diana Merila. Idana bukan berasal dari keluarga yg kaya namun Diana sangat baik kepada Sufqi, terkadang diana membantu Sufqi dalam bekerja di rumah makan dan dirumahnya, orang tua Diana pun sangat perhatian kepada Sufqi.

hari demi hari bulan demi bulan pun berlalu Sufqi kini telah tidak memikirkan kematian orang tuanya lagi, Sufqi mulai bangkit untuk meniti masa depan nya.

pada saat ulang tahun Sufqi yang ke-17 Sufqi hanya merayakanya dengan Diana, mereka hanya pergi makan dan nonton di rumah Sufqi, tak disangka Diana menyimpan rasa kepada Sufqi, Diana mengutarakan perasaanya pada Sufqi pada saat ulang tahun Sufqi.
Diana : Suf, aku mau gnomong nih sama kamu.
Sufqi : ngomong aja lah Di
Diana : bener nih?
Sufqi : kamu kenapa sih? santai aja kyak ga kenal aku aja
Diana : yaudah, kamu mau ga jadi pacar aku??
Sufqi : hah? serius? kenapa? dari kapan kamu suka ke aku?
Diana : ga tau ya, dari kapan yaa hmmmm, dari dulu Suf kita udah dekat dari lama aku juga udah nyimpan perasaan aku dari lama tapi baru sekarang aku baru bisa ngomong
Sufqi : tapi Di aku ga enak sama papa mama kamu, kita udah temenan lama, kamu juga udah bantu aku sampe sekarang, masa aku macarin anaknya
Diana : ooh, yaudah deh kalo kamu ga mau aku gapapa kok

setelah percakapan tersebut Sufqi mulai agak tidak enak dengan Diana, Sufqi mulai agak menolak Diana untuk menolongnya, namun Diana tetap menolong Sufqi terus menerus.

tak terasa 1 tahun lagi sudah berlalu, sekarang mereka sudah tamat SMA, Sufqi sudah bisa menerima Diana untuk menjadi pacarnya.
namun Sufqi khawatir tia bisa meneruskan kuliah karna masalah ekonomi, namun Diana tidak mempermasalahkan itu Diana mengizinkan Sufqi untuk bekerja selama setahun dahulu untuk mengumpulkan uang supaya bisa kuliah ditahun berikutnya.
1 tahun pun berlalu Sufqi sekarang bisa kuliah ditempat yang sama dengan Diana, namun sekarang bukan masa yang menyenangkan bagi Sufqi, karna saat ini Sufqi sudah berumur 20 tahun, Sufqi tidak menyadari tentang mata matin yang dimilikinya, yaa Sufqi adalah orang yang spesial karna bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang-orang kebanyakan.
ini adalah hal yang baru bagi Sufqi, mata batin nya terbuka saat dia sedang berada di kampus pada siang hari, mungkin beberapa dari kalian beranggapan bahwa mereka (makhluk gaib/hantu) tidak akan muncul pada siang hari, namun kalian semua salah, bagi mereka malam dan siang sama saja bedanya hanya makhluk apa yg banyak beraktifitas.
saat itu Sufqi sedang berada di kantin sekolah, makan dengan Diana tapi bukan makan yang biasa namun sufqi mulai gelisah karna dia sekarang bisa melihat makhluk-makhluk tersebut..

Sufqi : Di emang di kampus kita ada yang bawa anak kecil ya?
Diana : adalah lah, pak Rohim tuh bawak anaknya
Sufqi : ooh, anak pak Rohim ternyata

Sufqi mulai merasa nyaman kembali, setalah makan mereka pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang Diana pinjam, namun setibanya di dalam perpustakaan Sufqi melihat anak kecil lagi, namun sekarang berbeda, anak kecil kali ini pakaian nya terlihat kotor dan anak itu juga terlihat habis bermain bola karna anak itu memegang sebuah bola, Sufqi pikir itu anak dosen juga jadi sufqi tidak terlalu memikirkan, setelah mengembalikan buku Sufqi dan Diana mau pulang, setibanya ti parkiran Sufqi melihat anak yg terlihat kotor tadi berada di bawah pohon, Sufqi menyuruh Diana jalan duluan ke motor mereka sedangkan Sufqi pergi menghampiri anak tersebut.

Sufqi : dek, adek kenapa main sendiri disini?
Adek : aku nungguin mama aku pulang dulu
Sufqi ; ooh, nama adek siapa?
Adek : nama aku roni, aku suka main bola loh
Sufqi : oh roni, kamu jangan lama-lama diluar ya nunggu mama didalem aja ya
Roni : iya, nanti aku kedalem
Sufqi : yaudah abg pulang dulu ya
Roni : iya

Sufqi langsung pergi ketempat Diana karna Diana sudah menunggu di parkiran.

Sufqi : maaf ya lama
Diana : kamu ngapain tadi?
Sufqi : itu loh ada anak kecil yg di perpuestakaan tadi dibawah pohon nungguin mama nya katanya
Diana : kamu ngomong sama anak itu dibawah pohon? (Diana bingung padahal tidak ada siapa-siapa di bawah pohon) anak yg diperpustakaan? (padahal di perpustakaan juga tidak ada anak kecil)
Sufqi : iya dia sendirian makanya aku suruh masuk kedalem tadi
Diana : ooh, yaudah ayok pulang

karna Diana suka hal-hal berbau mistis Diana tau kenapa Sufqi bertingkah seperti itu, tapi Diana hanya diam saja karna tidak mau Sufqi ketakutan mengetahui bahwa dia bisa melihat mereka.

keesokan harinya Sufqi menjemput Diana untuk pergi kuliah, namun disamping rumah Diana terlihat seorang kakek-kakek yang menghadap ke tembok dan tidak bergerak.
di perjalanan ke kampus Sufqi bertanya

Sufqi : Di, itu tadi siapa yang di sebelah rumah kamu?
Diana : siapa? ga ada siapa-siapa dirumah, mama sama papa udah duluan berangkat kerja tadi
Sufqi : Di, aku tuh serius, aku beneran liat tadi
Diana : ya ampun Sufqi beneran ga ada siapa-siapa
Sufqi : ooh yaudah berarti aku salah liat

akhirnya mereka sampai dikampus namun parkiran di belakang gedung sudah penuh terisi, akhirnya mereka memutuskan untuk memarkirkan kendaraan mereka di dekat lapangan didekat kampus, sekali lagi Sufqi melihat anak yang ia temui kemarin ada dibawah pohon persis seperti kemarin, namun kali ini dia heran karena anak tersebut tidak ada bedanya, dengan baju yang sama tidak ada yang berubah anak tersebut masih terlihat kotor, namun sekarang Sufqi berpikir mana ada anak-anak main bola sepagi ini dan pakaianya sudah kotor begitu.

Sufqi : Di, temenin aku yuk, anak yang kemarin ada lagi dibawah pohon
Diana : hah? anak?
Sufqi : iya Di anak yang kemarin aku bilang itu loh, tu dia tuh (sambil menunjuk ke arah pohon)
Diana : oh ayok (diana sudah tau bahwa yang diliat Sufqi bukanlah manusia)
Sufqi : dek, adek pagi-pagi begini udah main bola aja
Roni : iya nih kak, mama aku belum jemput aku jadi aku nunggu disini
(Diana sudah tidak heran lagi Sufqi ngeomong sendiri karna dia tau kalau sufqi sedang berinteraksi dengan
yg bukan manusia)
Sufqi : hah, dek emang mama kamu kenapa belum jemput kamu?
Roni : mama lagi belajar kak disana (sambil menunjuk kearah gedung kampus)
Sufqi : ooh, mama adek kuliah disini juga?
Roni : iya kak
Sufqi : emang kamu udah berapa lama nunggu mama disini?
Roni : udah lama kak, waktu itu (nunjuk ke arah gedung kampus) masih jelek kak, masih ga ada tingkatnya
Sufqi : (terdiam sejenak memikirkan jawaban roni, akhirnya dia berbalik dan bertanya dengan Diana)
Sufqi : Di, gedung kampus kita waktu kamu pertama masuk udah bertingkat kan?
Diana : iya udah, kenapa emang?
Sufqi : Di, kamu dengar sendiri kan apa kata anak ini
Diana : (sambil menghela nafas) Suf, kamu tuh dari tadi ngomong sendiri tau ga, aku ga liat ada anak kecil disini
dan kemaren kamu juga sama kamu ngomong sendiri juga tapi kamu bilang habis nogmong sama anak
kecil.
Sufqi : hah? serius Di aku anak itu ada disamping aku loh Di, aku masih bias liat dia, kalau kamu ga bisa liat
berarti..
Diana : iya Suf, aku udah tau dari kemrin, tingkah kamu aneh waktu kita di perpustakaan, habis itu diperjelas kamu
liat orang di sebelah rumah aku, kalau yang kamu liat disebelah rumah aku kakek-kakek ngadep ke dinging
itu bukan orang Suf, itu hantu, yang udah lama ada dirumah aku, papa aku yang bilang gitu.
Sufqi : Di.. kamu jangan ngaco deh di, aku dari kemaren banyak liat orang gila di komplek kita.
Diana : Suf coba kamu liat lagi anak itu, apa bener dia anak kecil yang tadi kamu liat??
Sufqi meihat ke arah anak tadi, namun sekarang anak tersebut tidak berbentuk yang sama, anak tersebut
terlihat patah.
Roni : kakak kenapa? (dengan menunjukan bentuk aslinya)
Sufqi : Di (sambil megang tangan Diana), ayo di kita pergi dari sini (Sufqi ketakutan melihat bentuk asli dari hantu
anak kecil tersebut)
sesampainya diruang kelas...
Diana : sekarang kamu paham kan? mereka yang kamu liat dari kemarin itu bukan manusia Suf, aku emang ga
bisa ngeliat mereka, namun aku tau karna aku seering nonton di youtube masalah-masalah horor gini.
Sufqi : aku tau sekarang Di, tapi kamu harus tolong aku, aku ga mau lagi liat mereka Di, aku takut.
Diana : yaudah Suf, adik papa aku juga sama kaya kamu, spesial
Sufqi : ini bukan spesial Di, aku ketakutan
Diana : aku tau kamu takut, nanti pulang ngampus kita ke tempat adik papa aku ya
Sufqi : iya Di

jam-jam kampus pun berakhir, akhirnya mereka bisa pergi ke tempat adik papa Diana, namun sebelum itu mereka harus mengambil kendaraan mereka yang tadi diparkir dekat pohon di lapangan,

Diana : Suf, kamu jangan liat ke arah pohon itu lagi ya, kita langung pergi aja
Sufqi : iya Di, aku tau

setelah mengambil kernraan mereka, mereka menuju karah gerbang,namun di gerbang ada hantu anak kecil tadi berdiri diam, Sufqi tidak menghiraukan langsung saja melewati gerbang terebut, pas melewati gerbang Sufqi mendengan suara "tolong bantu aku kak" yang berasal dari hantu anak kecil tersebut, Sufqi langsung melaju kencang meninggalkan kampus.

akhirnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju, terlihat seoarang laki-laki keluar dari rumah,

oom : eh Diana, ada apa Di? ayo masuk dulu
Diana : iya om.

didalam rumah diruang tamu,

Diana : om ini pacar aku om Sufqi
oom : ooh iya, saya oom nya Diana
Sufqi : oh iya om, tapi kok aku ga pernah liat om kerumah Diana ya om?
oom : iya nih, oom lagi sibuk sama kerjaan, jadi yaa mereka yang kesini kerumah om
Sufqi : ooh gitu ya om, om aku mau nanya nih om
oom : iya tanya aja, kenapa?
Sufqi : om aku baru kemarin bisa liat mereka om, aku takut om, kata Diana om sama kaya aku, aku mita tolong
dihilangin aja om aku takut liat mereka
oom : iya oom tau, om bisa tau siapa siapa aja yang bisa liat mereka
Sufqi : jadi om bisa bantu aku??
oom : maaf ni Suf, tapi om ga bisa, om ga kuat kalau mau nutup-nutup gitu
Sufqi : tapi om, dikampus aku tuh ada hantu anak kecil yang nunggu mama nya, aku kira dia anak kecil biasa tapi
tadi pagi dia nunjukin wujud aslinya, aku takut om, tappi waktu pulang dari kampus juga aku liat dia nunggu
di dekat gerbang.
oom : ga papa itu, mungkin dia emang disana dari lama, tapi dia ga minta apa-apa kan?
Sufqi : ga om, eh, ada om, tapi pas lewat di gerbangu aku dengar suara "tolong bantu aku kak" dan aku liat anak
kecil tadi di gerbang
oom : Suf, menurut om kamu harus bantu anak itu, karna dia tau cuma kamu yang bisa liat dia, kamu harus bantu
dia supaya dia bisa mati dengan damai.
Sufqi : tapi om aku takut.
oom : tenang, Diana bakal nemenin kamu, oh iya anak om juga sama kaya kamu bisa liat mereka juga, mungkin
dia bisa bantu kamu, kebetulan dia mau pulang nanti malam, jadi om bisa minta tolong temenin kamu juga,
dia udah lebih berpengalaman jadi aman lah
Sufqi : yaudah om, kalau gitu aku juga bisa dikit tenang karna ada temen, besok kami nunggu anak om di depan kampus aja ya om,
oom : iya, nanti om kasih tau anak om.


End of part 1


follow IG : @ya_terserahgue & @martsarada
arinianistia , Silent reader
16-08-2019 07:51
belum ada lanjutannya ya kak?
martsarada , Silent reader
17-08-2019 08:51

belum ada lanjutannya ya kak?


masih dalam proses, ditunggu ya, minggu ini pasti post